Jumat, 27 Desember 2013

Makalah Gelombang dan Optik

Makalah
Gelombang dan Optik


Kelompok

1.      Sofatul Marwah                      (113184002)
2.      Eni Juliatin                              (113184003)
3.      Silvia Sofyanita T.                  (113184007)
4.      Jazilatul Hikmiatun N.            (113184010)
5.      Putri Nini Yuliana                   (113184034)


Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Surabaya
2013

[Type the document t




KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Gelombang Elektromagnetik ini dengan baik.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis telah banyak mendapat bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu baik dukungan moril maupun materiil dan yang memberikan motivasi dalam penyusunan Makalah Gelombang Elektromagnetik  ini.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberi rahmat dan hidayah-Nya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu penulis menerima kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.



Surabaya,        Desember 2013

Penulis
 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Kemajuan teknologi saat ini semakin meningkat disertai dengan penggunaan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. Seperti apakah gelombang elektromagnetik? Apa contoh gelombang elektromagnetik itu? Gelombang elektromagnetik sebenarnya selalu ada di sekitar kita, salah satu contohnya adalah sinar matahari, gelombang ini tidak memerlukan medium perantara dalam perambatannya. Contoh lain adalah gelombang radio, tetapi spektrum gelombang elektromagnetik masih terdiri dari berbagai jenis gelombang lainnya, yang dibedakan berdasarkan frekuensi atau panjang gelombangnya. Untuk itu, dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai pengertian, karakteristik, spektrum, dan aplikasi gelombang elektromagnetik.
      Pada mulanya gelombang elektromagnetik masih berupa ramalan dari Maxwell yang dengan intuisinya mampu melihat adanya pola dasar dalam kelistrikan dan kemagnetan. Kenyataan ini menjadikan J C Maxwell dianggap sebagai penemu dan perumus dasar-dasar gelombang elektromagnetik.
Ramalan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik ternyata benar-benar terbukti. Adalah Heinrich Hertz yang membuktikan adanya gelombang elektromagnetik melalui eksperimennya. Eksperimen Hertz sendiri berupa pembangkitan gelombang elektromagnetik dari sebuah dipol listrik (dua kutub bermuatan listrik dengan muatan yang berbeda, positif dan negatif yang berdekatan) sebagai pemancar dan dipol listrik lain sebagai penerima. Antena pemancar dan penerima yang ada saat ini menggunakan prinsip seperti ini.
Melalui eksperimennya ini Hertz berhasil membangkitkan gelombang elektromagnetik dan terdeteksi oleh bagian penerimanya. Eksperimen ini berhasil membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik yang awalnya hanya berupa rumusan teoritis dari Maxwell, benar-benar ada sekaligus mengukuhkan teori Maxwell tentang gelombang elektromagnetik.

1.2  Rumusan Masalah
1.  Apakah yang dimaksud dengan gelombang elektromagnetik ?
2.  Bagaimana sifat dan karakteristik gelombang elektromagnetik?
3.  Jelaskan tentang spektrum gelombang elektromagnetik ?
4.  Bagaimanakah pemanfaatan gelombang elektromagnetik ?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui pengertian gelombang elektromagnetik.
2.  Mengetahui sifat dan karakteristik gelombang elektromagnetik.
3.  Memahami tentang pengertian dan macam-macam spektrum gelombang elektromagnetik.
4.  Mengetahui pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari.



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Pengertian Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik  adalah gelombang yang dapat merambat ada ruang hampa. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu panjang gelombang (wavelenght), frekuensi, amplitudo, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu sauan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambat gelombangnya. Karena kecepatan energy elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang maka semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbeda-beda. Semakin tinggi level energy dalam suatu sumber energy, semakin rendah panjang gelombang dari energy yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik gelombang ini digunakan untuk mengelompokkan energi elektromagnetik.
Gelombang elektromagnetik memiliki arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang. Dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_0g4rouujD0FCh0_LQMAj93X5qvEmzQjjEH3Gi3z6rvK7f1gyLSjdNYpGu9n5A_I4NFN7AJ0LKufxC-s3XYn0XMHufQQOeFet4TAV8Dvh5DbB-baGLwycAOTT4oBKKmVekq4djf1QgdQ/s400/GEL+ELEKTROMAGNETIK.jpg
Gambar 1. Gelombang elektromagnetik
Dari gambar 1 dapat disimpulkan bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.

2.2 Sejarah Penemuan Gelombang Elektromagnetik
1.    MICHAEL FARADAY 1791-1867
Michael Faraday lahir pada tahun 1791 di Newington, Inggris. Di tahun 1831, Faraday menemukan bahwa bilamana magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnit bergerak. Keadaan ini disebut “pengaruh elektro magnetik,” dan penemuan ini disebut “Hukum Faraday” dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan terbesar.
 Hukum Faraday merupakan penemuan yang monumental, berdasarkan dua alasan berikut. Pertama, “Hukum Faraday” mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan dengan pengertian teoritis tentang elektromagnetik.
Kedua, elektromagnetik dapat digunakan untuk menggerakkan secara terus-menerus arus aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat pembuatan dinamo listrik pertama. Meski generator tenaga pembangkit listrik kita untuk mensuplai kota dan pabrik dewasa ini jauh lebih sempurna ketimbang apa yang diperbuat Faraday, tetapi kesemuanya berdasar pada prinsip serupa dengan pengaruh elektromagnetik.

2.    JAMES CLERK MAXWELL 1831-1879
Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, tahun 1831. James Clark Maxwel juga merupakan ilmuan yang telah menelusuri keterkaitan antara gejala kelistrikan  dan kemagnetan. Keberadaan gelombang elektromagnetik didasarkan pada teori Maxwell  (James Clark Maxwell) : “Jika medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaliknya, perubahan medan listrik dapat menyebabkan medan magnet.”
Maxwell menjelaskan empat hal terjadinya gelombang elektromagnetik.
1.      Disekitar muatan timbul medan listrik.
2.      Disekitar kawat berarus listrik akan timbul medan magnet yang disebut Induksi Magnet.
3.      Perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Contoh, generator
4.      Sebaliknya, perubahan medan listrik harus menimbulkan medan magnet.
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.

3.    HEINRICH RUDOLF HERTZ
Kebenaran Hipotesa Maxwell tentang adanya gelombang elektromagnetik pada akhirnya dibuktikan oleh “ Heinrich Rudolf Hertz” antara tahun 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Waktu kawat (atau panghantar seperti antena) menghantarkan arus bolak-balik, radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada situasi, gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau sepertipartikel. Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya),panjang gelombang, dan frekuensi. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck
Rounded Rectangle: E = Hν
 



di mana E adalah energi foton, h ialah konstanta Planck — 6.626 × 10 −34 J·s — dan ν adalah frekuensi gelombang.

2.2  Sifat dan karakteristik Gelombang Elektromagnetik
Dari uraian di atas dapat disimpulkan beberapa sifat gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut :
1.      Perubahan medan listrik dan meda magnetik terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada tempat yang sama.
2.      Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang.
3.      Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
4.      Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami peristiwa pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), dan lenturan atau hamburan (difraksi). Selain itu juga mengalami peristiwa polarisasi karena termasuk gelombnag transversal.
5.      Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik magnetik medium yang ditempuhnya.
6.       Dapat merambat dalam ruang hampa (tidak membutuhkan medium dalam perambatannya).
7.      Dalam ruang hampa kecepatannya 3,00x108 m/s (akan dibahas pada sub bab selanjutnya).
8.      Tidak dipengaruhi medan magnetic dan medan listrik karena gelombang elektromagnetik tidak bermuatan listrik.
9.      Dapat mempangaruhi pelat film.
Cahaya yang tampak oleh mata bukan semata jenis yang memungkinkan radiasi elektromagnetik. Pendapat James Clerk Maxwell menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik, berbeda dengan cahaya yang tampak oleh mata. Dalam gelombang elektromagnetik bisa saja terdapat panjang gelombang dan frekuensi. Kesimpulan teoritis ini secara mengagumkan diperkuat oleh penemuan Heinrich Hertz yang sanggup menghasilkan kedua gelombang yang tak tampak oleh mata yang diramalkan oleh Maxwell itu. Beberapa tahun kemudian Guglielmo Marconi memperagakan bahwa gelombang yang tak terlihat mata itu dapat digunakan untuk komunikasi tanpa kawat sehingga menjelma apa yang namanya radio. Kini gelombang elektromagnetik digunakan juga dalam elevisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah contoh-contoh dari radiasi elektromagnetik. Semuanya dipelajari lewat hasil pemikiran Maxwell.
2.3  Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Menurut Maxwell besarnya kecepatan gelombang elektromagnetik adalah 3,00x108 m/s sama dengan laju cahaya yang terukur (Giancolli .C, 223).  Hal ini sesuai dengan persamaan :

c =

dengan c (laju gelombang elektromagnetik). Jika disubtitusikan nilai-nilai yang diketahui maka terbukti bawa kecepatan gelombang elektromagnetik sebesar 3,00x108 m/s.
c = 3,00x10m/s.
Ramalan mengenai kecepatan gelombang ini membawakan kita ke konsep spektrum elektromagnetik dan penemuan gelombang radio oleh Heinrich Hertz di dalam tahun 1890.
Spektrum (spectrum) adalah sebuah kata latin yang berarti “ hantu” (“ghost”) atau bayangan hitam” (“apparition”). Perkataan tersebut untuk pertama kali digunakan dalam hal ini Isaac Newton di dalam tahun 1671 untuk menjelaskan bayangan yang menyerupai pelangi yang berkelap-kelip yang dibentuk pada dinding dari sebuah kamar yang digelapkan bila dia memegang sebuah prisma di dalam lintasan (path) sinar cahaya matahari yang masuk melalui sebuah lubang kecil di dalam tirai jendela (Haliday, Resnick. 538).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa spektrum gelombang adalah rentang radiasi elektromagntik yang mungkin dapat diukur dari frekuensi, pajang gelombang dan energi photon yang terkandung.
Markup Validation ServiceMarkup Validation ServiceMarkup Validation ServiceMarkup Validation Service
Gambar 2. Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Gambar 2 di atas menyarankan jangkauan nilai spektrum elektromagnetik seperti yang kita kenal. Dari persamaan-persamaan Maxwell kita dapat menyimpulkan bahwa semua gelombang memiliki sifat dasar yang sama dan bahwa gelombang-gelombang tersebut hanya mempunyai perbedaan frekuensi, yang berarti akan mempunyai perbedaan panjang gelombang. Dari gambar di atas diketahui bahwa sinar gamma memiliki frekuensi paling besar dan panjang gelombang paling kecil sedangkan gelombang radio memiliki panjang gelombang yang paling besar dan frekuensi paling kecil.
Hubungan kecepatan perambatan gelombang, frekuensi, dan panjang gelombang dinyatakan sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_FGG13k5-wMFJ01gTOVQGrslv9FqRs2v0SGfiI-sTb-J-CbHHPyjtmHbAbdSEZqq9lnUIMQf33cWpISSx08nZSXJcGEWfK8cGN1fsCGq6yTvKGoPxJEd6IoqRoN59xwWD_HgdABmfSco/s1600/teori-gelombang-elektromagnetik.jpg
2.4  Aplikasi Gelombang Elektromagnetik
Penemuan gelombang elektromagnetik pada akhir abad ke-19 merupakan cikal bakal perkembangan tekhnologi dibidang komunikasi, kedokteran, penginderaan jarak jauh maupun bidang industri. Berikut ini merupakan aplikasi- aplikasinya:
1.      Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan kita. Komunikasi merupakan proses transmisi informasi dari seumber ke penerima. Transmisi informasi yang cepat jarak jauh dan akses mudah ke informasi telah menjadi fitur penting dari dunia modern. Fisika dan Fisikawan telah berada di garis depan revolusi teknologi ini. Dalam transmisi informasi dari sumber kepenerima, energi berubah dari satu bentuk ke yang lain. Ketika kita menggunakan telepon tetap biasa, gelombang suara menyebabkan diafragma bergetar dalam medan magnet. Getaran ini dikonveksi menjadi impuls listrik dan transmisikan sepanjang kawat untuk penerima. Dalam penerima impuls listrik menghasilkan variasi dalam medan magnet yang menyebabkan diafragma bergetar dan mereproduksi suara asli. Energi telah berubah dari suara ke mekanik untuk listrik dan kemudian kembali lagi dari listrik ke mekanik terhadap suara.
Ketika kita menggunakan telepon seluler, energi suara diubah menjadi energi elektromagnetik (gelombang mikro- frekuensi radio gelombang tinggi) dan ditransfer dari sumber ke penerima melalui pemancar radio. Energi elektromagnetik ini kemudian diubah kembali menjadi energi suara oleh penerima.
·   Penggunaan radiasi EM dan metode deduksi
Radiasi EM memiliki banyak efek dan digunakan dalam kehidupan sehari- hari. Pita radio yang digunakan secara luas untuk komunikasi dari semua jenis. The Ultra- High Frequency (UHF) band, mulai dari 300 megahertz (MHz) untuk 3000 MHz digunakan terutama untuk komunikasi dengan peluru kendali, dalam navigasi pesawat terbang, radar, dan dalam transmisi televisi. Stasiun radio FM menggunakan sangat High Frequency (VHF) band dari 30 MHz hingga 300 gelombang pendek radio. 1 MHz menggunakan High Frequency (HF) band dari 3 MHz karena gelombang di band ini adalah mudah tercermin dari Heaviside lapisan Kennelly (E-lapisan) dari ionosfer, yang memungkinkan komunikasi jarak jauh yang sangat oleh radio gelombang pendek menggunakan radio AM.
Siaran Medium, Low dan Sangat Rendah Frequency (MF, LF, VLF) band dari 3000 kHz ke 3 kHz. Ionosfer juga mencerminkan gelombang ini. Alokasi yang tepat dari pita frekuensi bervariasi dari satu negara ke negara lain dan biasanya dokontrol oleh otoritas pemerintah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht8UONFvHGDAQ9t-GL1QHvZ-rS5n75qLSJTi-At9hxgXmvCLe3AVdvoTKRnX_knwh6LUVvs_TnFxl9qlybrSUiagflswGAtHXcBYbfV779TJqZ6mm631dW6MI7dAoS1oNXCbwEsHUg74N3/s320/7.bmp
Gambar 3. Teleskop radio
·   Gelombang Radio
Gelombang radio dapat dideteksi oleh kombinasi udara untuk menerima gelombang elektromagnetik atau mengubahnya menjadi osilasi listrik dan dioda dalam sirkuit elektronik tepat didengarkan di penerima yang menghasilkan sinyal audio- frekuensi. Gelombang radio banyak digunakan dalam bidang komunikasi.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/46/Signal_processing_system.png/320px-Signal_processing_system.png
Gambar 4. Proses Gelombang Radio sampai di telinga pendengar
Gelombang radio dapat mencapai tempat- tempat yang jauh karena gelombang ini mudah dipantulkan oleh partikel bermuatan yang berada dilapisan atmosfer bumi (ionosfer). Oleh karena itu gelombang ini digunakan untuk membawa informasi baik dalam bentuk amplitudo (AM) maupun modulasi frekuensi (FM).
Cara AM biasanya lebih mudah terganggu akibat adanya peristiwa kelistrikan (petir) di atmosfer, tetapi cara ini dapat menjangkau tempat yang sangat jauh. Cara FM dapat memberi suara yang lebih baik, tetapi jangkaunnya lebih pendek karena frekuensi sekitar 108 Hz dapat menembus ionosfer, pemancarannya lurus. Untuk itu diperlukan stasiun penghubung (stasiun relay, satelit) untuk dapat mencapai tempat yang jauh. Modulasi FM digunakan dalam komunikasi, radio FM dan TV.
Gelombang radio digunakan sebagai alat komunikasi yang memiliki daerah frekuensi antara 104 sampai 107 Hertz. Gelombang tersebut digunakan sebagai pembawa informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain yang berjauhan karena memiliki sifat yang mudah dipantulkan oleh lapisan ionosfer bumi. Oleh karena itu, gelombang radio dapat mencapai tempat- tempat dibumi yang jaraknya sangat jauh dari pemancar radio, asalkan energi yang dipancarkan oleh pemancar cukup besar.
·   Cahaya Tampak
Cahaya tampak adalah cara dengan mana kita memandang dunia, terutama oleh refleksi. Hal ini juga digunakan dalam komunikasi unttk mengangut volume besar informasi lebih besar jarak jarak sangat oleh refleksi internal cahaya dalam serat optik. Gelombang cahaya memiliki frekuensi tinggi dan pembawa kapasitas informasi yang meningkat sinyal dengan frekuensi, membuat cahaya yang sempurna untuk pekerjaan itu. Cahaya terdeteksi oleh mata kita, oleh sel foto, kamera dan dioda peka cahaya.
·   Gelombang televisi
Dengan frekuensi lebih tinggi daripada gelombang radio, gfelombang televisi merambat lurus sehingga tidak dapat dipantulkan oleh lapisan- lapisan atmosfer bumi. Untuk menangkap siaran televisi dari stasiun pemancar di Jakarta, misalnya di wilayah Bukit Tinggi dibangun sebuah stasiun penghubung (relay) yang letaknya dipuncak Gunung Merapi dan untuk wilayah Medan dibangun di daerah Bandar Baru. Untuk daerah yang lebih jauh lagi, misalnya untuk Indonesia bagian timur, diperlukan sebuah satelit sebagai sasiun penghubung. Demikian pula jika ingin melihat siaran langsung dari luar negeri, diperlukan satelit yang bertindak sebagai stasiun penghubung.

2.      INDUSTRI
·   Sinar Gamma
Sinar gamma banyak digunakan dalam bidang industri pengawetan makanan, produk industri dan lain- lain.
·   Sinar X
Sinar X dapat menembus jaringan tubuh tetapi tidak dapat menembus tulang sehingga sinar X sering digunakan untuk memotret posisi tulang atau bagian tubuh yang mempunyai kelainan. Sinar X sangat berperan dalam mendpatkan iformasi tentang mikroskopi atom dan molekul seperti penentuan struktur molekul menggunakan sinar X dengan panjang gelombang yang sangat pendek. Untuk pelaksanaannya digunakan sebuah alat yang dberi nama difraktometer sinar X. Snar X juga banyak dalam uji tak merusak seperti menentukan cacat pada hasil las. Alat yang digunakan disebut radiogrofi sinar X, sinar X juga dapat digunakan unntuk menentukan unsur dalam suatu bahan. Menggunakan alat XRF (X- Ray Fluorecence).
FOTO RONTGEN           NITON Analyzers and X-ray Fluorescence
 
 
 





·   Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet sering digunakan pada kandungan unsure-unsur dalam suatu bahan melalui teknik spektroskopi
·   Sinar Tampak
Sinar tampak adalah sinar yang dapat membantu penglihatan manusia. 
·   Sinar Inframerah
Sinar inframerah banyak di gunakan untuk kegiatan pemotretan permukaan bum oleh pesawat udara yang terbang tinggi atau oleh satelit. Sinar inframerah juga digunakan untuk mempelajari setruktur molekul suatu zat menggunakan alat yang disebut spretometer inframerah. f. Gelombang mikro gelombang mikro dalam bentuk gelombang televisi dan gelombang radar banyak digunakan dalam sistem komunikasi, sistem deteksi dan system pertahanan. Pada sistem radar antena berfungsi sebagai pemancar gelombang dan sebagai penerima gelombang pantul. Pancaran gelombang radar yang dihasilkan berbentuk pulsa, dan jika pulsa ini mengenai sasaran maka akan diterima pulsa pantul oleh antena radar. Pulsa pantul dapat ditampilkan pada layar sebuah osiloskop. Jika selang waktu antara pemancar.

3.      ASTRONOMI
Astronomi adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi diluar bumi dan atmosfernya. Dalam astronomi, informasi sebagian besar didapat dari deteksi  dan analisis radiasi elektomagentik, foton, tetapi informasi juga dibawa oleh sinar kosmik, mneutrino, dan dalam waktu dekat gelombang gravitasional. Pembagian astronomi secara tradisional dibuat berdasarkan rentang daerah sprektrum elektromagnetik yang diamati:
1.      Sampai panjang daripada cahaya merah. Teleskop ruang angkasa digunakan untuk mengatasi gangguan pengamatan yang berasal dari atmosfer.
2.      Astonomi optikal menunjuk kepada tehnik yang dipakai untuk mengetahui dan menganalisa cahaya pada daerah sekitar panjang gelombang yang bisa dideteksi oleh mata. Alat yang bisa dipakai adalah teleskop, dengan CCD dan spektograf.
3.      Astonomi radio memakai alat yang betul- betul berbeda untuk mendeteksi radiasi dengan panjang gelombang mm. Penerimanya mirp dengan yang dipakai dalam pengiriman siaran radio.
4.      Astronomi energi tinggi
Asronomi optik dan radio basa dilakukan observatorium landas bumi, karena atmosfer transparan pada panjang gelombang itu. Cahaya inframerah benar- benar diserap oleh uap air, sehingga observatorium inframerah terpaksa ditempatkan ditempat kering yang tinggi atau diangkasa.
5.      Teleskop Satelit Inframerah
Teleskop yang dilengkappi dengan piranti sinar inframerah, digunakan untuk memindai kosmos, dan benda luar angkasa yang belum ditemukan, seperti asteroid dan komet yang mungkin mengancam bumi. Kamera inframerah digunakan untuk mendeteksi cahaya dan benda yang memancarkan panas.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2Shsp2mIJjFNNEzPHk9xW5MSjP7d4ve4I6-svPvYyw8-qv-c4fnTAEKz28YylwtYl5CZp4mJjwS3vc8kIFjR5IuOZkInKSPVZH-E6xAuPZrgb62qjaLQzdknfYLshJNql2WcTt_nkD6K3/s320/4.bmp

4.      MILITER
Pada bidang militer, dibuat teleskop inframerah yang digunaan melihat ditempat yang gelap ataupun berkabut. Selain itu, sinar inframerah dibidang militer dimanfaatkan satelit untuk memotret permukaan bumi meskipun terhalang oleh kabut atau awan.
·   Gelombang Mikro
Panjang gelombang radiasi gelombang berkisar antara 0,3±300 cm. Gelombang mikro merupakan gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi, yaitu dapat mencapai 3x109 Hz. Radar menggunakan gelombang mikro. Antena radar dapat bertindak sebagai pemancar dan penerima gelombang elektromagnetik. Pengiriman gelombang dilakukan secra terarah berbentuk pulsa dalam selang waktu tertentu.
Jika pulsa mengenai sasaran, misalnya sasaran berupa sebuah peluru kendali, akan ada pulsa pantul yang sebagian akan diterima kembali oleh antena radar dan dapat ditampilkan pada sebuah layar osiloskop.
Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave ditembakkan kepada sebuah target dan refleksinya diukur untuk untuk mempelajari karakteristik target. Sebagai contoh aplikasinya adalah Tropical Rainfull Measuring Missions (TRMM) Microwave Imager (TMI), yang mengukur radiasi microwave yang dipancarkan dari Spektrum elektromagnetik atmosfer bumi untuk mengukur penguapan, kandungan air di awan dan intensitas hujan.
Gelombang radar diaplikasikan untuk mendeteksi suatu objek, memandu pendaratan pesawat terbang, membantu pengamatan di kapal laut dan pesawat terbang pada malam hari atau cuaca kabut, serta untuk menentukan arah dan posisi yang tepat.
BAB III

PENUTUP

3.1   Kesimpulan
Gelombang elektromagnetik  adalah gelombang yang dapat merambat ada ruang hampa. Begitu besar peranan gelombang elektromagnetik yang bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa kita sadari keberadaannya. Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan : Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang.
Dan beberapa contoh spektrum elektromagnetik seperti :
1.    Radar (Radio Detection And Ranging),digunakan sebagai pemancar dan penerima gelombang)
2.    Infra Merah
3.    Dihasilkan dari getaran atom dalam bahan dan dimanfaatkan untuk mempelajari struktur molekul
4.    Sinar tampak        
5.    Mempunyai panjang gelombang 3990 Aº – 7800 Aº.
6.    Ultra ungu
7.    Dimanfaatkan untuk pengenalan unsur suatu bahan dengan teknik spektroskopi.

3.2 Saran
Dengan adanya gelombang elektromagnetik, kita  dimudahkan dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti dibidang kesehatan, industry, bahkan teknologi. Maka dari itu, sudah selayaknya kita menggunakannya serta memanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin gelombang elektromagnetik tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Makalah Gelombang Elektromagnetik.  (http://radiodiagnostik.wordpress.com/2012/05/25/gelombang-elektromagnetik diakses pada tanggal 26 Desember 2013 pukul 13.13 WIB).
Anonim. 2012. Cara Kerja XRF. (http://tawadascientific.com/main.php?page=how-xrf-works&lang=in diakses pada tanggal 26 Desember 2013 pukul 19.13 WIB).
Fitri. 2013. Aplikasi Gelombang Elektromagnetik.  (http://lksfisikasma.blogspot.com/2013/03/aplikasi-gelombang-elektromagnetik_3398.html diakses pada tanggal 26 Desember 2013 pukul 19.07)
Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Hendra. 2012. Gelombang Elektromagnetik. (http://jabiy-jamil.blogspot.com/2013/08/gelombang-elektromagnetik.html diakses pada tanggal 26 Desember 2013 pukul 13.13 WIB).
Ogha, asrarudin. 2013. Dampak Positif dan Negatif Sinar X. (http://lksfisikasma.blogspot.com/2013/03/aplikasi-gelombang-elektromagnetik_3398.html diakses tanggal 26 Desember 2013 pukul 19.08)
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100313083607AAmy3Bq. Diakses pada tanggal : 26 Desember 2013/PUKUL : 13:25
http://risnayb.blogspot.com/2011/06/makalah-fisika-gelombang.html. Diakses pada tanggal : 26 Desember 2013/PUKUL : 13:26
http://piyapiyopiyu.blogspot.com/2012/03/gelombang-mikro.html. Diakses pada tanggal 26 Desember 2013 pukul 19.18
http://en.wikipedia.org/wiki/Radio. Diakses pada tanggal 26 Desember 2013 pukul 19.18




0 komentar:

Posting Komentar